BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 24 Februari 2026

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:21:55 WIB
BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang 24 Februari 2026

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 24 Februari hingga 2 Maret 2026. 

Peringatan ini didasarkan pada analisis fenomena atmosfer pada berbagai skala, mulai dari global, regional, hingga lokal, yang diperkirakan masih memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di Nusantara.

Selain faktor lokal, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi akan terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia. BMKG menyatakan, "Aktivitas MJO diperkirakan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia," dalam keterangannya.

Fenomena lain, seperti gelombang Kelvin dan Equatorial Rossby, juga diproyeksikan aktif di berbagai wilayah mulai Lampung hingga Papua. Gelombang-gelombang ini berperan meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif, yang menjadi salah satu penyebab hujan lebat.

Sirkulasi Tekanan Rendah dan Dampaknya

BMKG menambahkan bahwa dinamika atmosfer Indonesia juga dipengaruhi oleh sistem tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik di Laut Sulu, Perairan Utara Papua, dan Kalimantan Barat. 

Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi (perlambatan kecepatan angin) dan konfluensi (pertemuan arah angin) yang membentang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, Pesisir Kalimantan Timur, dan Pesisir utara Papua.

Daerah-daerah konvergensi dan konfluensi tersebut menjadi titik potensial pertumbuhan awan hujan. Kondisi ini meningkatkan risiko hujan deras yang bisa disertai petir dan angin kencang, sehingga masyarakat di wilayah terdampak diminta waspada.

Prospek Cuaca 24 – 26 Februari 2026

Pada periode awal, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. 

Namun, beberapa wilayah diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang-lebat, termasuk Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Tingkat peringatan dini dikategorikan sebagai berikut:
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Tengah.
Angin Kencang: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan.

BMKG menekankan masyarakat agar tetap waspada dan memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi, terutama bagi aktivitas di darat, laut, maupun udara.

Prospek Cuaca 27 Februari – 2 Maret 2026

Memasuki akhir periode, cuaca diprediksi masih didominasi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Indonesia. 

Meski demikian, sejumlah daerah masih berpotensi mengalami hujan sedang-lebat dengan kilat/petir dan angin kencang, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Tingkat peringatan dini:
Siaga (Hujan lebat – sangat lebat): Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
Angin Kencang: Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

BMKG meminta pemerintah daerah, pelaku transportasi, hingga masyarakat umum agar menyiapkan mitigasi bencana, termasuk menjaga fasilitas publik dan meminimalkan risiko terhadap aktivitas ekonomi.

 Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan di wilayah rawan hujan lebat dan angin kencang. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

Memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Mengamankan bangunan dan fasilitas publik, termasuk atap dan papan reklame.

Mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan lebat dan angin kencang terjadi.

Mengantisipasi potensi banjir atau longsor di daerah rawan.

Menyusun rencana evakuasi bagi keluarga dan komunitas.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan risiko kerusakan fisik, kecelakaan, dan gangguan aktivitas sehari-hari dapat diminimalkan selama periode cuaca ekstrem.

Periode 24 Februari hingga 2 Maret 2026 diprediksi membawa dinamika cuaca yang signifikan di Indonesia. Fenomena atmosfer global, MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby, serta tekanan rendah di Samudra Hindia dan sirkulasi siklonik di laut dan daratan tertentu meningkatkan potensi hujan lebat dan angin kencang.

BMKG menegaskan bahwa peringatan dini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memberikan informasi yang tepat waktu bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan kesiapsiagaan, risiko kerusakan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Masyarakat diminta tetap memantau informasi resmi dan menerapkan langkah mitigasi, terutama di wilayah yang telah ditetapkan sebagai siaga hujan lebat dan angin kencang.

Terkini