JAKARTA - Cleansing balm kerap dianggap sebagai solusi praktis untuk membersihkan wajah secara menyeluruh, terutama bagi pengguna makeup dan sunscreen setiap hari.
Teksturnya yang lembut dan kemampuannya meluruhkan produk waterproof membuat cleansing balm menjadi pilihan favorit dalam rutinitas double cleansing. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak pengguna yang belum memahami cara penggunaan yang benar.
Alih-alih mendapatkan kulit bersih dan sehat, sebagian orang justru mengeluhkan munculnya komedo, beruntusan, bahkan jerawat setelah rutin memakai cleansing balm. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai ketidakcocokan produk. Padahal, berdasarkan berbagai sumber dermatologi, masalah tersebut lebih sering disebabkan oleh kesalahan teknik pemakaian, bukan karena produknya itu sendiri.
Produk pembersih berbasis minyak seperti cleansing balm memiliki cara kerja yang sangat spesifik. Kesalahan kecil dalam proses aplikasi, pembilasan, hingga langkah lanjutan bisa membuat residu minyak tertinggal di pori-pori. Jika terjadi berulang, residu inilah yang berpotensi memicu masalah kulit.
Mengacu pada penjelasan dari Healthline dan Paula’s Choice, terdapat lima kesalahan umum dalam penggunaan cleansing balm yang perlu dihindari agar kulit tetap bersih, sehat, dan bebas komedo. Berikut penjelasannya.
1. Mengaplikasikan cleansing balm saat wajah masih basah
Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah langsung mengaplikasikan cleansing balm pada wajah yang basah. Padahal, cleansing balm bekerja dengan prinsip “oil attracts oil”, di mana minyak dalam produk akan mengikat minyak lain seperti sebum dan makeup.
Agar proses ini berjalan optimal, kondisi wajah dan tangan harus benar-benar kering. Jika wajah dalam keadaan basah, air akan menghalangi molekul minyak dari cleansing balm untuk bekerja maksimal. Akibatnya, makeup dan kotoran tidak terangkat sempurna dan justru meninggalkan residu di kulit.
Residu inilah yang sering menjadi awal munculnya komedo dan tekstur kulit yang terasa kasar. Oleh karena itu, pastikan wajah kering sebelum mulai memijat cleansing balm.
2. Langsung membilas tanpa melakukan proses emulsi
Proses emulsi sering kali dianggap sepele, padahal tahap ini merupakan kunci utama dalam penggunaan cleansing balm. Setelah balm dipijat pada wajah kering selama sekitar 30–60 detik, banyak orang langsung membilasnya dengan air dalam jumlah banyak.
Cara ini kurang tepat. Sebelum membilas, sebaiknya tambahkan sedikit air ke wajah, lalu pijat kembali hingga tekstur balm berubah menjadi cairan putih seperti susu. Perubahan ini menandakan bahwa minyak telah berubah menjadi emulsi yang bisa dibilas air.
Jika proses emulsi dilewatkan, minyak tidak akan terangkat sepenuhnya dan akan meninggalkan lapisan licin di kulit. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memicu jerawat dan komedo.
3. Membilas wajah menggunakan air dingin
Masih banyak anggapan bahwa air dingin adalah pilihan terbaik untuk membilas wajah karena dianggap dapat “menutup pori-pori”. Namun, untuk produk berbasis minyak seperti cleansing balm, air dingin justru kurang efektif.
Menurut penjelasan dari Paula’s Choice, minyak cenderung lebih sulit larut saat terkena air dingin. Akibatnya, sisa cleansing balm akan lebih sulit dibersihkan dari kulit.
Air suam-suam kuku adalah pilihan yang lebih tepat karena dapat membantu melarutkan surfaktan dalam cleansing balm, sehingga produk terangkat dengan sempurna tanpa meninggalkan rasa berminyak. Jika tetap menggunakan air dingin, residu bisa tertinggal dan membuat kulit terasa berat serta kusam.
4. Menganggap cleansing balm sudah cukup tanpa face wash
Kesalahan berikutnya adalah melewatkan sabun cuci muka setelah menggunakan cleansing balm. Meskipun wajah terasa bersih, cleansing balm sebenarnya hanya berfungsi sebagai pembersih tahap pertama dalam metode double cleansing.
Healthline menekankan bahwa pembersih berbasis air tetap dibutuhkan untuk mengangkat sisa keringat, debu, serta residu cleansing balm yang tidak terlihat oleh mata. Tanpa langkah kedua ini, minyak sisa dapat menyumbat pori-pori secara perlahan.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko komedo dan jerawat, terutama bagi pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat.
5. Menggosok area mata terlalu keras
Area mata sering menjadi bagian yang paling “dipaksa” saat membersihkan wajah, terutama ketika menghapus maskara waterproof. Padahal, kulit di sekitar mata merupakan bagian paling tipis dan sensitif.
Menggosok terlalu keras dapat menyebabkan iritasi, kerutan dini, bahkan kerontokan bulu mata. Cara yang lebih aman adalah dengan membiarkan cleansing balm menempel di area mata selama beberapa detik agar makeup melunak dengan sendirinya.
Setelah itu, bersihkan dengan gerakan memutar yang lembut tanpa tekanan berlebih. Teknik ini terbukti lebih efektif dan aman untuk jangka panjang.
Cleansing balm pada dasarnya merupakan produk pembersih yang aman dan efektif jika digunakan dengan cara yang tepat. Lima kesalahan di atas kerap terjadi tanpa disadari dan menjadi penyebab utama munculnya komedo serta masalah kulit lainnya.
Dengan memahami teknik penggunaan yang benar, cleansing balm justru bisa menjadi langkah awal yang membantu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit secara optimal.