BMKG

BMKG Ungkap Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Indonesia pada 5 Januari 2026

BMKG Ungkap Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Indonesia pada 5 Januari 2026
BMKG Ungkap Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Indonesia pada 5 Januari 2026

JAKARTA - Memasuki awal pekan pada Januari 2026, dinamika atmosfer di wilayah Indonesia menunjukkan peningkatan aktivitas cuaca yang signifikan. 

Kondisi ini berdampak langsung pada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di berbagai daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang beraktivitas di luar ruangan.

BMKG menyampaikan bahwa pada Senin, 5 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. 

Masyarakat diimbau untuk tetap siaga, mengingat hujan lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi darat, laut, maupun udara.

Faktor Atmosfer Pemicu Cuaca Signifikan

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca pada 5 Januari 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer yang saling berkaitan. Salah satu faktor utama adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S yang terpantau berada di Samudera Hindia barat daya Lampung.

Bibit Siklon 91S tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot atau setara 65 kilometer per jam dan bergerak ke arah tenggara. Secara umum, potensi bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam ke depan berada dalam kategori sedang hingga tinggi.

Keberadaan bibit siklon tropis ini memberikan pengaruh besar terhadap pola cuaca di Indonesia, terutama dalam meningkatkan pembentukan awan hujan.

Konvergensi dan Konfluensi Angin Perkuat Pertumbuhan Awan Hujan

Selain bibit siklon, BMKG juga mengamati adanya pembentukan daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Samudera Hindia barat Sumatera Barat hingga Lampung. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya potensi hujan lebat.

Tak hanya itu, sirkulasi siklonik juga terpantau di beberapa wilayah perairan, antara lain:

Laut Cina Selatan sebelah utara Laut Kalimantan

Samudera Hindia barat Aceh

Samudera Hindia utara Papua

Sirkulasi siklonik tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut Cina Selatan hingga Laut Natuna, perairan utara Aceh hingga Samudera Hindia barat Aceh, serta Samudera Hindia utara Papua.

Menurut BMKG, kombinasi kondisi tersebut sangat mendukung pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat sirkulasi siklonik maupun di sepanjang jalur konvergensi dan konfluensi angin.

Dampak Langsung Terhadap Kondisi Cuaca Nasional

Dengan adanya interaksi berbagai dinamika atmosfer tersebut, potensi cuaca signifikan diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menilai bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai angin kencang di beberapa daerah tertentu.

Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang secara geografis rawan banjir dan longsor.

Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat

Berdasarkan prakiraan BMKG, berikut wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 5 Januari 2026:

Aceh

Sumatera Utara

Sumatera Barat

Sumatera Selatan

Kepulauan Bangka Belitung

Lampung

Jawa Barat

Jawa Tengah

Jawa Timur

Bali

Nusa Tenggara Timur

Kalimantan Barat

Kalimantan Timur

Kalimantan Utara

Kalimantan Selatan

Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Tengah

Sulawesi Barat

Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Papua Barat Daya

Papua Barat

Papua Tengah

Papua Pegunungan

Papua

Papua Selatan

Wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk waspada terhadap potensi genangan air, banjir lokal, serta gangguan aktivitas akibat curah hujan yang meningkat.

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat

BMKG juga mengidentifikasi wilayah dengan potensi hujan yang lebih tinggi, yakni hujan lebat hingga sangat lebat, meliputi:

Maluku Utara

Maluku

Di wilayah ini, potensi dampak cuaca ekstrem dinilai lebih besar, sehingga masyarakat disarankan membatasi aktivitas luar ruangan apabila tidak mendesak.

Wilayah Berpotensi Angin Kencang

Selain hujan, BMKG memperingatkan adanya potensi angin kencang di wilayah:

Maluku

Angin kencang dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran, aktivitas nelayan, serta infrastruktur ringan di wilayah pesisir.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG, baik situs web, media sosial, maupun aplikasi cuaca. Langkah antisipatif seperti memastikan saluran air berfungsi dengan baik dan menghindari wilayah rawan longsor sangat disarankan.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, dampak negatif dari potensi cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index